You are here
Home > eSports > Shroud Dari C9 Sampaikan Alasan Tak Setuju PUBG Jadi eSports

Shroud Dari C9 Sampaikan Alasan Tak Setuju PUBG Jadi eSports

Shroud C9 Cloud9

eSports – PUBG kini tengah menjadi sorotan mata pria dan wanita Gamers Jaman Now. Bukan karena PUBG mengasyikkan untuk dimainkan, akan tetapi dikarenakan ada wacana akan dijadikan salah satu permainan dalam eSports.

Yang namanya eSports, tentunya ajang bergengsi bagi Gamers dengan pilihan berbagai game dengan sistem balancing gameplay, sangat seru untuk dimainkan ataupun disaksikan, dan telah dimainkan oleh jutaan Gamers.

Kalau dari aspek – aspek diatas sesungguhnya PUBG telah mumpuni untuk masuk dalam ranah eSports. Akan tetapi memiliki kekurangan bagi PUBG untuk bisa masuk dalam eSports, justru aspek terpenting yaitu balancing gameplay.

Gembar – gembor yang kemudian menjadi viral mengenai PUBG akan masuk dalam eSports yaitu awalnya ada Berita Game mengenai ESL yang merupakan salah satu organizer eSports terbesar dunia mengajak Bluehole Studio, developer PUBG, untuk mengangkat game mereka jadi ajang kompetitif.

Ajang kompetitif yang dimaksud yaitu seperti Gamescom PUBG Invitational, IEM (Intel Extreme Masters) Oakland, ataupun IEM Katowice.

Tentunya dengan adanya wacana bahwa PUBG akan masuk dalam ajang kompetitif eSports, memicu reaksi Gamers yang tak setuju.

Bahkan salah satu yang tak setuju akan adanya PUBG dalam ajang eSports International, justru dari pemain Game Professional yang telah dikenal luas oleh Gamers seluruh dunia.

Salah seorang pemain game Professional atau sering disebut Gamer Pro, yaitu Shroud Dari C9 Tak Setuju PUBG Jadi eSports. Lalu apakah alasannya Player Unknown’s Battle Grounds atau PUBG ditentang Shroud untuk menjadi eSports ?

Semenjak dirilisnya game PUBG pada tahun 2017, memang telah menjaring jutaan pemain dari seluruh dunia. Pertumbuhan yang begitu pesat ini tentunya alasannya sangat simpel, yaitu main game PUBG sangat menyenangkan.

Michael “Shroud” Grzesiek Dari Cloud9 (C9), merupakan salah seorang dari Gamers lainnya yang menentang PUBG menjadi salah satu cabang permainan dalam eSports.

Meskipun begitu serunya memainkan game PUBG, ternyata tak semua Gamers menyetujui akan dijadikannya salah satu cabang permainan yang dikompetisikan dalam eSports.

Shroud sendiri sebenarnya merupakan salah satu pentolan C9 untuk CS:GO yang beberapa waktu lalu memutuskan untuk turun jadi pemain pengganti dan fokus sebagai streamer untuk C9.

Stream Shroud sendiri juga sebenarnya lebih banyak main game PUBG ketimbang CS:GO sekarang, akan tetapi dirinya memiliki argumen yang menarik tentang ketidaksetujuannya soal PUBG yang jadi eSports.

Pendapat atau Alasan dari Shroud ini disampaikan olehnya setelah Senz Houston, CEO dari RevivalTV menanyakan bagaimana masa depan PUBG sebagai eSports kala ia streaming PUBG di Twitch.

Inilah Alasan Shroud C9 Tak Setuju PUBG Jadi eSports

Dalam stream tersebut, Shrouds mengatakan bahwa PUBG tidak memiliki masa depan sebagai eSports, meski pihak developer ataupun ESL mengarahkannya ke sana.

Shroud sampaikan argumen bahwa PUBG merupakan game bergenre Battle Royale yang harus dirombak total gameplay-nya jika ingin jadi eSports.

Satu aspek yang bisa membuat PUBG jadi lebih kondusif untuk scene kompetitif adalah jika gameplay nya lebih mirip H1Z1. Apa itu H1Z1 ? Akan kami bahas pada artikel selanjutnya.

Jelaslah Gameplay PUBG harus dirombak sebelum ada dalam eSports, karena ketika kita landing, kita akan memiliki opsi untuk memilih semua senjata yang tersedia. Sedangkan di PUBG, senjata kita berbasiskan pada sistem random loot.

Seorang pemain yang mendapatkan pistol tentunya akan tidak imbang / adil ketika bertemu musuh yang mendapatkan shotgun. Lain hal bila sang pemain yang cuma dapat pistol merupakan Gamer Pro dalam FPS Game.

Di satu sisi, sesungguhnya kami sangat setuju dengan alasan atau argumen yang disampaikan oleh Shroud mengenai ketidakadilan yang mungkin terjadi berkat sistem random loot.

Keadilan atau istilah kerennya balancing gameplay memang jadi faktor penting sebuah game jadi esports kompetitif dan PUBG memang masih harus menyelesaikan persoalan tersebut jika ingin pertandingan yang benar-benar berimbang.

Meskipun begitu, dari perspektif lainnya, kami juga bisa memahami kenapa ESL ingin mengangkatnya jadi eSports. Bagaimana pun juga, PUBG itu tidak hanya menarik untuk dimainkan tapi juga sangat menyenangkan untuk ditonton.

Value untuk penonton yang tinggi inilah yang mungkin jadi pertimbangan utama ESL untuk mengangkatnya ke ranah eSports. Dengan sisi serunya untuk ditonton, yang berarti bisa menjadi ladang bisnis bagi Industri Game.

Mungkin juga ESL berpikir mereka bisa membuat sistem kompetisi yang bisa menjadi solusi balancing di PUBG. Semoga saja ada jalan terbaik bagi seluruh Gamers didunia ini.

 

Leave a Reply

Top